Daging Ayam di Probolinggo Mulai Naik Harga

Daging Ayam di Probolinggo Mulai Naik Harga

PROBOLINGGO
Memasuki bulan suci Ramadan 1443 Hijriah, sejumlah bahan pokok mulai mengalami kenaikan. Salah satunya daging ayam yang harganya mencapai Rp 40 ribu perkilogram.

Harga ini diperkirakan terus melejit hingga mendekati hari lebaran. Hal ini diduga disebabkan stok ayam yang terbatas, sementara permintaan sangat tinggi.

Misti, salah satu pedagang ayam di Probolinggo, mengatakan minimnya stok ayam di pasaran lantaran peternak hingga kini belum panen. Walaupun begitu, para konsumen tetap memborong daging ayam untuk kebutuhan saat Ramadan.

Selain itu menurut Misti, pembeli juga mengaku memborong ayam sejak dini karena takut harganya makin tinggi.

Tak hanya daging ayam, harga daging sapi juga mengalami kenaikan sekitar Rp3.000 hingga Rp 10.000, tergantung pada jenis dagingnya. Begitu pula sayuran juga mengalami kenaikan.

Sementara komoditi lain seperti gula pasir mengalami kenaikan dari Rp 12.500 menjadi sekitar Rp 14.000 per kilogram.

***yul/id

Wartawan Probolinggo Menyisihkan Rejekinya Untuk Berbagi

Wartawan Probolinggo Menyisihkan Rejekinya Untuk Berbagi nasi kotak

Probolinggo
Menyambut bulan suci Ramadhan 1443 H, Wartawan Probolinggo membagikan nasi bungkus Jumat berkah di masa pandemi Covid-19. Kali ini menu makan siang menyasar para tukang becak, pedagang kecil di pinggir jalan yang kebetulan di temui di wilayah Kota Probolinggo, Jumat (1/4/22).

Siang ini sekitar ratusan nasi kotak kita bagikan di tiga titik di kawasan Jalan Panglima sudirman,Alun -alun jalan Panjaitan masuk wilayah Kota Probolinggo

Aksi peduli yang dilakukan Wartawan Probolinggo yang tempat nongkrong nya di Stadion Kota Probolinggo menyisihkan dananya untuk berbagi di jumat berkah

Mistahul Huda Wartawan Probolinggo

Huda atas nama Wartawan Probolinggo Stadion Bayuangga kami mengucapkan terima kasih kepada temen temen atau yang peduli dengan aksi Berbagi ini,

Dia menambahkan, kegiatan aksi sosial yang dilakukan Wartawan Probolinggo Stadion Banyuangga semata karena ikut peduli dan merasakan kesulitan masyarakat ‘kelas bawah’ seperti tukang becak.terangnya.

Ketua Kordinator pelaksana Agus Purwoko yang biasa di panggil (Gusmo) menambahkan kita berbagi ini untuk saudara-saudara kita yang kesulitan mencari nafkah baik untuk dirinya dan keluarga. “Hanya ini bentuk kepedulian yang bisa kita berikan,” Tuturnya

Sadeli tukang becak asal Kebonsari kulon Kota Probolinggo menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya kepada wartawan Probolinggo

Semoga wartawan Probolinggo khusus nya bisa kompak dan guyub rukun sesama wartawan sukses selalu.ucapnya

Naysha

Agus Purwoko (Gusmo)
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai